Semakin dewasa, aku mulai sadar kalau hidup ternyata bukan tentang menemukan akhir yang sempurna.

Karena kenyataannya, sebagian besar hal di hidup manusia justru berhenti di tengah jalan.

Ada percakapan yang tidak sempat dilanjutkan.
Ada orang yang pergi tanpa penjelasan.
Ada mimpi yang perlahan hilang karena hidup keburu lelah.
Ada versi diri kita yang diam-diam tertinggal di masa lalu, lalu tidak pernah benar-benar kembali.

Dan anehnya, kita tetap hidup seperti biasa.

Tetap bangun pagi.
Tetap bekerja.
Tetap tertawa di depan orang lain seolah semuanya baik-baik saja.

Padahal di dalam kepala, ada banyak hal yang belum selesai.

Kadang aku berpikir… mungkin manusia memang dibentuk dari hal-hal yang tidak sempat ia tuntaskan.

Dari perasaan yang tidak pernah diucapkan.
Dari pesan yang diketik lalu dihapus lagi.
Dari rumah yang sudah tidak terasa sama.
Dari nama seseorang yang sesekali masih muncul tiba-tiba saat malam terlalu sunyi.

Waktu kecil, aku kira semua hal akan menemukan jawabannya saat dewasa.

Aku pikir hidup akan menjadi lebih jelas.
Lebih tenang.
Lebih pasti.

Ternyata tidak.

Semakin bertambah umur, semakin aku sadar kalau hidup lebih mirip berjalan di lorong panjang dengan banyak pintu yang tidak pernah benar-benar tertutup.

Dan mungkin itu alasan kenapa manusia sering sulit tidur.

Karena malam selalu punya cara untuk membuka kembali hal-hal yang siang hari berhasil kita pura-pura lupakan.

Tentang orang yang dulu begitu dekat lalu sekarang asing.
Tentang impian yang dulu diperjuangkan mati-matian lalu perlahan dilepas diam-diam.
Tentang diri sendiri yang entah sejak kapan berubah jadi lebih pendiam.

Kadang aku iri pada orang-orang yang terlihat benar-benar selesai dengan hidupnya.

Yang bisa pergi tanpa menoleh lagi.
Yang bisa melupakan tanpa diam-diam kembali mengenang.

Karena aku tidak seperti itu.

Aku masih sering tinggal terlalu lama di kenangan kecil.

Sebuah lagu lama di minimarket.
Jalan yang pernah sering dilewati berdua.
Atau hujan di jam tertentu yang tiba-tiba membuat semuanya terasa dekat lagi.

Lucu ya.

Hal-hal besar justru lebih mudah dilupakan.

Tapi hal-hal kecil sering menetap paling lama di kepala manusia.

Dan mungkin memang bukan tugas kita untuk menyelesaikan semuanya.

Mungkin beberapa hal memang hadir hanya untuk mengajarkan:
bahwa hidup tidak selalu tentang memiliki jawaban.

Kadang cuma tentang belajar hidup berdampingan dengan kehilangan, perubahan, dan versi diri kita yang tidak sempat diselamatkan.

Lalu perlahan menerima…

bahwa kita semua, pada akhirnya, hanyalah manusia yang terus berjalan sambil membawa hal-hal yang belum benar-benar selesai.